Sunday, March 15, 2020

Berdirilah!

Pada suatu perkumpulan, anak-anak berlarian ke sana – ke mari, tentu saja diikuti oleh para suster yang takut anak-anak tersebut terjatuh. Tiba-tiba, gedebug! Seorang anak (kira-kira berumur 3-4 tahun) terjatuh dengan tertelungkup. Anak tersebut tidak menangis, dan tentu saja tidak terluka sama sekali. Tidak ada yang salah dengan kejadian tersebut, hingga sang suster berlari menghampiri dan mengangkat anak tersebut, memberdirikannya dan memeriksa dengan seksama kondisi anak tersebut. Hal ini terjadi pada beberapa anak yang hadir di tempat tersebut.
Sebuah kejadian normal yang sering terjadi di sekitar kita. Satu hal yang sangat menarik perhatian adalah ketika anak-anak tersebut terjatuh, dia hanya membiarkan dirinya tertelungkup sampai bantuan datang, tanpa berusaha untuk berdiri sendiri. Sebuah fenomena yang lumrah terjadi di sekitar kita, dimana anak-anak tersebut diperlakukan seperti porselein mahal yang harus dijaga dan tidak boleh tergores sama sekali.
Beberapa hal yang mengusik dan menarik untuk direnungkan adalah bahwa, mengapa anak-anak ini tidak tahu harus berbuat apa ketika mereka terjatuh? Mengapa mereka hanya menunggu seseorang untuk mengangkat mereka? Tidakkah ini salah? Atau kita sedang me’normal’kan sesuatu yang tidak benar? Hal yang sederhana namun banyak orang yang tidak menyadari bahwa kita sedang mendidik anak-anak ini untuk sesuatu yang baik atau buruk pada setiap kejadian sederhana yang terjadi di sekeliling kita.
Parents, please be wise. Anak-anak ini kelak akan tumbuh dewasa dan harus menjalani hidupnya sendiri. Mereka akan mengalami jatuh-bangun-jatuh-bangun…. Apakah kita bijaksana jika kita terus memecahkan masalah yang menimpa anak kita? Dari satu contoh kecil yang saya sebutkan di atas, ajar mereka untuk berdiri sendiri (tentu saja jika tidak ada luka serius seperti patah tulang misalnya). Ajarkan mereka memecahkan masalah mereka sendiri tanpa campur tangan kita. Ajarkan mereka caranya. Ajarkan mereka untuk berbuat sesuatu untuk menolong diri mereka sendiri, supaya kelak mereka tidak hanya berdiam diri dan mengandalkan pertolongan orang lain.
Yang perlu kita lakukan adalah bersabar. Karena, proses belajar membutuhkan waktu. Memang jauh lebih cepat ketika kita mengangkat mereka untuk langsung berdiri daripada memberitahu mereka, memberdirikan mereka dan membersihkan segala sesuatunya. Nikmatilah proses tersebut, karena ketika mereka sudah menguasai keterampilan tersebut, mereka tidak lagi membutuhkan kita.
Jadi, mari kita mendorong anak-anak kita menjadi anak-anak yang mandiri, yang berdiri di atas kaki mereka sendiri. Katakan ‘berdirilah!’ ketika mereka terjatuh.
Be strong parents and become the one who the children will turn to.