Berdirilah!
Pada suatu
perkumpulan, anak-anak berlarian ke sana – ke mari, tentu saja diikuti oleh
para suster yang takut anak-anak tersebut terjatuh. Tiba-tiba, gedebug! Seorang
anak (kira-kira berumur 3-4 tahun) terjatuh dengan tertelungkup. Anak tersebut
tidak menangis, dan tentu saja tidak terluka sama sekali. Tidak ada yang salah
dengan kejadian tersebut, hingga sang suster berlari menghampiri dan mengangkat
anak tersebut, memberdirikannya dan memeriksa dengan seksama kondisi anak
tersebut. Hal ini terjadi pada beberapa anak yang hadir di tempat tersebut.
Sebuah kejadian
normal yang sering terjadi di sekitar kita. Satu hal yang sangat menarik
perhatian adalah ketika anak-anak tersebut terjatuh, dia hanya membiarkan
dirinya tertelungkup sampai bantuan datang, tanpa berusaha untuk berdiri
sendiri. Sebuah fenomena yang lumrah terjadi di sekitar kita, dimana anak-anak
tersebut diperlakukan seperti porselein mahal yang harus dijaga dan tidak boleh
tergores sama sekali.
Beberapa hal
yang mengusik dan menarik untuk direnungkan adalah bahwa, mengapa anak-anak ini
tidak tahu harus berbuat apa ketika mereka terjatuh? Mengapa mereka hanya
menunggu seseorang untuk mengangkat mereka? Tidakkah ini salah? Atau kita
sedang me’normal’kan sesuatu yang tidak benar? Hal yang sederhana namun banyak
orang yang tidak menyadari bahwa kita sedang mendidik anak-anak ini untuk
sesuatu yang baik atau buruk pada setiap kejadian sederhana yang terjadi di
sekeliling kita.
Parents, please be wise.
Anak-anak ini kelak akan tumbuh dewasa dan harus menjalani hidupnya sendiri.
Mereka akan mengalami jatuh-bangun-jatuh-bangun…. Apakah kita bijaksana jika
kita terus memecahkan masalah yang menimpa anak kita? Dari satu contoh kecil
yang saya sebutkan di atas, ajar mereka untuk berdiri sendiri (tentu saja jika
tidak ada luka serius seperti patah tulang misalnya). Ajarkan mereka memecahkan
masalah mereka sendiri tanpa campur tangan kita. Ajarkan mereka caranya.
Ajarkan mereka untuk berbuat sesuatu untuk menolong diri mereka sendiri, supaya
kelak mereka tidak hanya berdiam diri dan mengandalkan pertolongan orang lain.
Yang perlu kita
lakukan adalah bersabar. Karena, proses belajar membutuhkan waktu. Memang jauh
lebih cepat ketika kita mengangkat mereka untuk langsung berdiri daripada
memberitahu mereka, memberdirikan mereka dan membersihkan segala sesuatunya.
Nikmatilah proses tersebut, karena ketika mereka sudah menguasai keterampilan
tersebut, mereka tidak lagi membutuhkan kita.
Jadi, mari kita
mendorong anak-anak kita menjadi anak-anak yang mandiri, yang berdiri di atas
kaki mereka sendiri. Katakan ‘berdirilah!’ ketika mereka terjatuh.
Be strong parents and become the one who the
children will turn to.